Saturday, May 9, 2009

DESAKU - KENANGANKU, IMPIANKU, ANGANKU, TAWAKU, TANGISKU - SURINITKU

DESAKU,

Hijau tanahmu memanggil-manggil aku
Dedaun pepohon melambai-lambai aku
"Pulanglah ke tanah asalmu!"
Ahh...
Desaku, Kenanganku,
Engkau menyimpan memori anak-anak
Kau simpan kemas pada kehijauan rerumput
Desaku, Impianku
Pada kepulan awan memutih dan langit yang membiru
Engkau katakan semuanya padaku
"Di sinilah sejarah hidupmu! Jangan kau lupa pada asalmu!"
Wahai Desaku, engkau Anganku,
Aku tahu wahai Desaku
Engkaulah yang mengajar aku akan erti 'seorang aku'
Maka pada pepohon menghijau
Aku lontarkan anganku,
Desaku, aku pasti kembali memeluk engkau Desaku
Ahh... anganku, sampaikan kerinduanku ini pada Desa Kesayanganku...
Desaku,
Pada laman yang luas
Tertulis kenanganku
Yang manis, maka tertawalah aku
Desaku, Tawaku!
Yang perit, maka menangislah aku
Desaku, Tangisku!

SURINIT engkau selamanya mengalir dalam darahku
Walau aku jauh di sini...

Angin bawa daku pulang!

4 comments:

Surinit said...

begitulah
maka bila hatimu menuliskan
tentang rumput-rumput hijau
dan pohon-pohon yang bergoyang
dan hembus angin yang dingin;
daun-daun; reranting;
dan pucuk-pucuk tunas muda pun tersenyum;
berbisik-bisik;
dan bercerita tentang kita;
tentang luka kita;
tentang tawa kita...

itu...
lihat di sana...
langit redup nan biru bersama awan larat
menitip janji
menaburkan hujan rindu kelak
tuk menyambut pulangmu;
mengajakmu tersenyum;
merenung dadanya;
dan memberimu jambatan pelangi
seusai gerimis
untuk kau berbuai di antara lengkungannya
sambil menatap rindumu
dan berlapang dada...

pulanglah bidadari...
hijau bumi
dan langit biru itu
menantimu....

JMimie said...

uli no pogi miracle...tumboyo'o peno langad nu:) wowosion sino pomogunan dot tulun.

jane_jlo said...

nice poem..

Joe Mohd Rezzal said...

pulanglah bila bercuti
ketenangan desamu menanti
saksikanlah subur ladangmu
yang setia menantimu.